Puisi Muhammad Iqbal

Hamba Tuhan tak membutuhkan kedudukan apapun
tak seorang menjadi budaknya, dan dia juga bukan budak siapapun;
hamba Tuhan ialah manusia bebas, itu saja;
kerajaan dan hukum-hukumnya ditetapkan oleh Tuhan semata,
adat kebiasaan, cara, kepercayaan, dan hukum-hukumnya dari Tuhan,
untung malangnya, pahit manisnya dari Tuhan.
Orang yang mementingkan diri sendiri tak mengacuhkan kesejahteraan orang lain,
hanya melihat kepentingannya sendiri bukan kepentingan orang lain;
Wahyu Tuhan melihat kepentingan bersama,
perhatiannya ditujukan bagi kesejahteraan dan kemaslahatan bersama.
Baik dalam damai maupun dalam perang meninggalkan kita tanpa ketakutan maupun perkenan;
bila yang lain dari Tuhan menentukan persetujuan dan penolakan
maka si kuat akan menindas si lemah dengan sewenang-wenang;
di dunia ini perintah berakar pada kekuasaan semata;
kekuasaanmu yang tidak berasal dari Tuhan adalah kekufuran sepenuhnya.
Penguasa zalim yang begitu mahir memegang kekuasaan
membentengi dirinya dengan surat-surat perintah yang ia keluarkan,
elang putih, bercakar tajam, yang siap menyambar dengan cepat,
mengangkat burung gereja dungu sebagai penasihat
yang menunjang tirani dengan undang-undang dasar dan hukum-hukumnya,
begitulah si buta mengelabui mata si buta.
Apakah yang dihasilkan dengan undang-undang dasar dan hukum-hukum para raja itu?
Bangsawan-bangsawan gendut pemilik rumah-rumah besar,
petani-petani kurus bagai tongkat-tongkat besi.
Terkutuklah undang-undang dasar dari demokrasi Eropa ini!
bunyi terompet itu membuat si mati lebih mati lagi;
para penipu itu, tak bisa dipercaya seperti bola-bola langit yang berputar di angkasa
telah mempermainkan bangsa-bangsa dengan peraturan-peraturan mereka sendiri dan meraih segala kemenangan!
Kaum perampok mereka itu, yang sebagian kaya, yang lain membanting tulang,
selamanya mereka intai-mengintai dan hadang-menghadang;
kinilah saatnya untuk membuka para pemikat yang menawan–
kita ini barang dagangan, dan mereka mengambil segala keuntungan.
Karena cinta akan perak dan emas, mata mereka pun beku,
putera-putera mereka menjadi beban di punggung para ibu.
Terkutuklah orang yang lantaran takut tak mendapatkan buah,
telah menyadap dari batang pohon segala sari buah,
dan membunuh sang bayi yang belum lahir dari rahim ibunya,
sehingga sambungan kuku tak dapat memetik lagu dari dawainya.
Dari segala perbendaharaan pesonanya yang bermacam ragam-menawan,
aku tak akan mengambil apapun dari Eropa kecuali: suatu peringatan!
Kau yang terbelenggu pada sikap meniru Eropa, jadilah bebas,
berpeganglah kepada ujung gaun Quran, dan jadilah bebas!
(Sir Muhammad Iqbal, Javid Namah)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS